facebook

Pages

Senin, 08 Maret 2010

Pengertian sastra dan seni, peranan sastra serta hubungannya dengan ilmu budaya dasar

A. Pengertian sastra
Secara etimologis kata sastra berasal dari bahasa sansekerta, dibentuk dari akar kata sas- yang berarti mengarahkan, mengajar dan memberi petunjuk. Akhiran –tra yang berarti alat untuk mengajar, buku petunjuk..
Secara harfiah kata sastra berarti huruf, tulisan atau karangan. Kata sastra ini kemudian diberi imbuhan su- (dari bahasa Jawa) yang berarti baik atau indah, yakni baik isinya dan indah bahasanya. Selanjutnya, kata susastra diberi imbuhan gabungan ke-an sehingga menjadi kesusastraan yang berarti nilai hal atau tentang buku-buku yang baik isinya dan indah bahasanya.
Selain pengertian istilah atau kata sastra di atas, dapat juga dikemukakan batasan / defenisi dalam berbagai konteks pernyataan yang berbeda satu sama lain. Kenyataan ini mengisyaratkan bahwa sastra itu bukan hanya sekedar istilah yang menyebut fenomena yang sederhana dan gampang. Sastra merupakan istilah yang mempunyai arti luas, meliputi sejumlah kegiatan yang berbeda-beda. Kita dapat berbicara secara umum, misalnya berdasarkan aktivitas manusia yang tanpa mempertimbangkan budaya suku maupun bangsa. Sastra dipandang sebagai suatu yang dihasilkan dan dinikmati. Orang-orang tertentu di masyarakat dapat menghasilkan sastra. Sedang orang lain dalam jumlah yang besar menikmati sastra itu dengan cara mendengar atau membacanya.
Batasan sastra menurut PLATO, adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauhdari dunia ide.
ARISTOTELES murid PLATO memberi batasan sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat. Menurut kaum formalisme Rusia, sastra adalah sebagai gubahan bahasayang bermaterikan kata-kata dan bersumber dari imajinasi atau emosi pengarang. Rene Welleck dan Austin Warren, memberi defenisi bahasa dalam tiga hal :
1. Segala sesuatu yang tertulis
2. Segala sesuatu yang tertulis dan yang menjadi buku terkenal, baik dari segi isi maupun bentuk kesusastraannya
3. Sebagai karya seni yang imajinatif dengan unsur estetisnya dominan dan bermediumkan bahasa.

B. PENGERTIAN SENI

Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau.

Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.

Ars inilah yang kemudian berkembang menjadi l’arte (Italia), l’art (Perancis), elarte (Spanyol), dan art (Inggris), dan bersamaan dengan itu isinyapun berkembangan sedikit demi sedikit kearah pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah-istilah yang lain, orang Jerman menyebut seni dengan die Kunst dan orang Belanda dengan Kunst, yang berasal dari akar kata yang lain walaupun dengan pengertian yang sama. (Bahasa Jerman juga mengenal istilah die Art, yang berarti cara, jalan, atau modus, yang juga dapat dikembalikan kepada asal mula pengertian dan kegiatan seni, namun demikian die Kunst-lah yang diangkat untuk istilah kegiatan itu).

Dari dulu sampai sekarang karya sastra tidak pernah pudar dan mati. Dalam kenyataan karya sastra dapat dipakai untuk mengembangkan wawasan berpikir bangsa. Karya sastra dapat memberikan pencerahan pada masyarakat modern. ketangguhan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Di satu pihak, melalui karya sastra, masyarakat dapat menyadari masalah-masalah penting dalam diri mereka dan menyadari bahwa merekalah yang bertanggung jawab terhadap perubahan diri mereka sendiri.

Sastra dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.

Selain melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan manusia dan dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, melatih kecerdasan emosional, dan mempertajam penalaran seseorang.

Sastra tidak hanya melembutkan hati tapi juga menumbuhkan rasa cinta kasih kita kepada sesama dan kepada sang pencipta. Dengan sastra manusia dapat mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu jauh lebih indah dan mempesona.

C. HUBUNGAN ANTARA SASTRA , SENI DENGAN ILMU BUDAYA DASAR

Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.

Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :

1. kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .

2. Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .

3. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .

Sumber – sumber

one.indoskripsi.com/node/6438

members.fortunecity.com/senirupa/senirupa/id1.html

www.javatopics.com/search/pengertian+seni

Sabtu, 27 Februari 2010

kaitan manusia dan kebudayaan

I.KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Dari sisi lain hubungan manusia dan kebudayaan dapat dipandang setara dengan dengan hubungan antra manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis,maksudnya sliing terkait satu sama lain.Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap,yaitu :
1) Eksternalisasi,yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan masyarakat.
2) Obyektivitas,yaitu dimana masyarakat menjadi realistis obyektif,yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3) Internalisasi,yaitu proses dimana masyarakat di sergap kembali oleh manusia.Maksudnya adalah manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik sehingga manusia menjadi kenyataan yang di bentuk masyarakat.
Manusia dan kebudayaan,atau manusia dan masyarakat oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain.

perubahan kebudayaan

H.PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Masyarakat dimanapun selalu dalam keadaan berubah,sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyrakat lain.
Tidak ada kebudayaan yang statis,semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi.Gerak manusia terjadi oleh karena mereka mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya.Artinya karena terjadi hubungan antar kelompok manusia didalam masyarakat.
Terjadinya perubahan atau gerak karna beberapahal:
1) Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri,misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
G.ORIENTASI NILAI BUDAYA
Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam kebudayaan didunia secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia,yaitu :
1) Hakekat hidup manusia (MH)
Haket hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstema.
2) Hakekat karya manusia (MK)
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda.
3) Hakekat waktu manusia (WM)
Hakekat waktu setiap kebudayaan berbeda.
4) Hakekat alami manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin.
5) Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh)

wujud kebudayaan

F.WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensinya kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu
1) Kompleks gagasan,konsep,dan pikiran manusia
Wujud ini disebut sistem budaya,sifatnya abstrak,tidak dapat dilihat dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya .
2) Kompleks aktivitas
Berupa aktiitas manusia yang saling berinteraksi,bersifat konkrit dapat diamati atau diobservasi
3) Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralataan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuan.
Ketiga wujud kebudayaan tadi,dalam kenyataan kehidupan masyarakat tak terpisa satu sama lain.Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan-tindakan dan karya manusia.

3 wujud kebudayaan menurut dimensinya

. 3 wujud kebudayaan menurut dimensinya :

#Komplek gagasan, konsep, dan pikiran manusia
Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala manusia yang menganutnya.

#Komplek aktivitas
Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi , bersifat konkret, dapat diamati dan diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial terdiri dari aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain berkelanjutan.

#Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk berba

wujud kebudayaan

Wujud kebudayaan
Dari uraian yang telah Anda baca di atas mengenai tujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal sebenarnya wujudnya bagaimana? Wujud kebudayaan dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:

a.
Wujud gagasan / (ideal)
Budaya dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan sehingga tidak dapat diraba atau difoto.

Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya sejak dini sangat menentukan sifat dan cara berpikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut. Gagasan-gagasan inilah yang akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia berdasarkan sistem nilai, cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.


b.
Wujud perilaku (aktivitas)
Budaya dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud perilaku ini bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan (difoto dan difilm). Contoh: Petani sedang bekerja di sawah, orang sedang menari dengan lemah gemulai, orang sedang berbicara dan lain-lain.

Masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku.


c. Wujud benda hasil budaya (artefak)
Semua benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan difoto. Kebudayaan dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik. Contoh: bangunan-bangunan megah seperti piramida, tembok cina, menhir, alat rumah tangga seperti kapak perunggu, gerabah dan lain-lain.

Dalam kenyataan sehari-hari ketiga wujud tersebut yaitu gagasan, perilaku dan benda hasil budaya tidak terpisahkan dan saling mempengaruhi. Contoh: salah satu unsur kebudayaan adalah sistem religi maka wujud budaya sistem religi adalah sebagai berikut:

1) gagasan : konsep tentang dewa-dewa, roh.
2) perilaku :
upacara keagamaan yang dilakukan oleh salah satu bangsa dengan konsep kepercayaan tersebut, misalnya pemujaan terhadap roh nenek moyang pada masyarakat Indonesia
3) benda hasil budaya :
dapat ditemukan contohnya pada masyarakat prasejarah di Indonesia berupa menhir, patung perwujudan nenek moyang.

Untuk memudahkan Anda memahami wujud kebudayaan tersebut silahkan Anda amati gambar 1 tentang Lingkaran kebudayaan yang terdiri dari lingkaran 1 adalah wujud gagasan, lingkaran 2 adalah wujud aktivitas dan lingkaran ke-3 adalah artefak.

Setelah Anda memahami uraian tentang wujud kebudayaan beserta contohnya di atas, cobalah Anda kemukakan wujud kebudayaan dari salah satu unsur kebudayaan universal yaitu sistem peralatan hidup misalnya pakaian. Tulislah jawaban Anda pada titik-titik di bawah ini.

Setelah Anda menuliskan jawaban di atas kemudian cocokkanlah jawaban Anda dengan keterangan di bawah ini:

1) gagasan : Konsep manusia perlu berpakaian.
  • Rasa susila: Manusia malu jika telanjang.
  • Fungsi pakaian: Melindungi tubuh dari cuaca panas, dingin dan tantangan alam, untuk mempercantik diri.
  • Memenuhi norma agama dan etika.
2) perilaku :
  • Kegiatan pabrik tekstil, penjahit, toko pakaian, peragaan busana, mencuci pakaian dan sebagainya.
3) benda hasil budaya :
  • Baju seragam, baju olahraga, baju pesta dan sebagainya.

Nah, bagaimana jawaban Anda, sudah sesuaikah? Selain contoh di atas diskusikanlahcontoh-contoh yang lain dari budaya universal tersebut dengan teman-teman belajar Anda agar wawasan Anda bertambah luas.

Sebagai kesimpulan mengenai pembahasan kebudayaan perhatikanlah bagan 3. di bawah ini.

Bagan 3. Ikhtisar tentang Kebudayaan => Gambar tabel dibuat berwarna agar menarik

Selain istilah kebudayaan maka ada istilah lain yang hampir sama yaitu peradaban. Apakah yang dimaksud dengan peradaban itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Anda dapat temukan pada uraian di bawah ini.